PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Sejarah PsikologiPsikologi Kognitif

atomisme

atomism

Ringkasan Singkat

Pandangan bahwa fenomena psikologis dapat dipahami paling baik dengan menganalisisnya menjadi unit-unit dasar terkecil.

Atomisme dalam psikologi (sering disebut atomistic psychology atau molecularism) adalah pendekatan teoretis yang meyakini bahwa proses mental yang kompleks dan perilaku dapat dijelaskan secara tuntas dengan memecahnya menjadi elemen-elemen paling dasar, seperti sensasi tunggal atau respons terkondisi. Setelah unit-unit elementer ini diidentifikasi, atomisme berupaya menunjukkan bagaimana unit tersebut bergabung membentuk struktur yang lebih kompleks seperti pemikiran, persepsi, dan gambaran mental. Ini merupakan bentuk dari reductionism atau reduksionisme.

Dalam konteks penglihatan (vision), prinsip atomisme menyatakan bahwa persepsi visual terhadap stimulus yang rumit merupakan hasil akhir dari analisis otak terhadap komponen-komponen dasarnya, seperti garis, warna, dan sudut. Meskipun pendekatan ini sangat berpengaruh di masa awal psikologi eksperimental (seperti strukturalisme Wundt), ia kemudian mendapat tantangan dari psikologi Gestalt yang berargumen bahwa "keseluruhan adalah lebih dari sekadar jumlah dari bagian-bagiannya". Kata sifat untuk pendekatan ini adalah atomistic.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Schultz, D. P., & Schultz, S. E. (2015). A History of Modern Psychology.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback